RSS

Abaikan

19 Oct

Salah satu hal yang paling melegakan di dunia ini adalah ketika kita melihat kenyataan, bahwa keputusan sulit yang dulu pernah kita ambil dengan terpaksa ternyata berakhir dengan indah. Dan yang menyedihkan adalah sebuah penyesalan. Bahkan jika sebuah penyesalan yang terjadi itu karena ke tidak sengajaan.

Aku merasakan keduanya. Hidup dengan kenangan masa lalu. Hidup normal seperti orang lain yang memiliki kenangan. Kenangan yang tanpa kita sadari menuntun kita untuk lebih dewasa dalam pengambilan keputusan di masa depan.

Aku pikir, dunia ini benar-benar mengalir‒tak berputar, membawa apapun darihulu dan akan terus membawanya mengalir ke hilir, ke tempat di mana semua bermuara. Dalam perjalanannya pasti banyak karang dan tikungan yang akan di temui. Asahan karang itulah yang mendewasakan kita.

Dulu, hal yang pernah kita cintai sekarang menjadi apa yang kita abaikan. Dan apa yang dulu pernah kita kobarkan api perang padanya, ternyata hati kita mengatakan bahwa sampai sekarang kita masih menyimpan api cinta itu dan baru kita sadari bahwa cinta kita lebih besar dari pada yang kita kira.

Ternyata benar, apa yang kita anggap baik, ternyata belum tentu baik untuk kita. Begitu juga sebaliknya. Apa yang awalnya aku cintai sekarang menjadi apa yang aku abaikan. Iya, lawan dari cinta itu bukan benci, tapi pengabaian. Dan apa yang dulu aku benci sekarang tak bisa ku lupakan. Dulu aku memang membencinya, tapi aku sadar, aku tak pernah mengabaikannya. Saat itu aku hanya tak tahu bagaimana memperlakukannya.

Menyadari fakta bahwa dunia sudah berputar sejauh ini. Aku sadar bahwa pilihan beratku saat itu berakhir baik untukku, dan untukmu.Melihat masa lalu yang pernah kejam pada kita aku tak pernah berharap ada hal buruk yang akan menimpa kita semua lagi di masa depan. Tapi jalan hidup kita sudah di tentukan. Oleh kaki kita sendiri. Ke mana saja kita sudah melangkah, dan jalan mana yang akan kita tempuh. Itulah takdir kita.

Aku ingat bagaimana kita sama-sama menatap bintang di ujung tebing itu. Mataku dan matamu melihat hal yang sama. Tapi pikiran kita tak pernah sama. Aku berkata mereka indah, tapi kau hanya diam. Seperti itulah kita selama ini, selalu melihat dengan mata dan hati kita masing-masing.

Keputusan berat itu sudah benar-benar membuka mataku. Melepas, menahan, mengikhlaskan, adalah beberapa hal sulit yang bisa aku pelajari. Penyesalanku tak pernah berkepanjangan jika melihatmu sekarang. Dari sudut mataku, kamu tak seperti yang dulu. Jalan yang kau pilihlah hanya membuatku bersyukur karena melepasmu. Pandanglah ke depan, lihat apa yang tak terlihat, dengar apa yang tak terdengar. Penyesalan tak pernah mengingatkan. Dia akan selalu menertawakan.

Lalu apa yang terjadi dengan perang yang dulu pernah aku kobarkan? Aku tak tahu. Aku benar-benar tak tahu. Hanya saja, aku selalu tersenyum melihatnya. Musuh yang wajahnya tanpa aku sadari selalu bersinar penuh bunga bermekaran dalam mataku.

Satu hal yang aku tahu, sekarang aku merindunya. Rasa cinta yang dulu pernah membuat kita saling menyakiti ternyata tak sesakit itu. Rasa sakit yang pernah kau buat, tetap terasa indah dan manis dalam mata dan lidahku.

Aku yang tak pernah berhenti berharap, aku yang selalu menunggu, aku yang berdoa untukmu dalam diamku. Berharap jika Tuhan segera membalik hatimu. Mengembalikan rasa cinta yang pernah bermekaran.

Melihat seperti apa kita sekarang, hanya melihatmu saja itu sudah lebih dari cukup.Jika ada yang mengatakan, “Bintang itu selalu lebih indah jika dilihat dari jauh”. Walaupun itu benar, aku akan memilih untuk menjadi orang pertama yang bisa mengunjungi bintang itu. Aku ingin melihat bintang itu lebih dekat dan memilikinya. Tapi jika Tuhan berkata lain. Maka mencintanya dari jauh‒seperti apa yang aku lakukan selama ini‒sudah membuatku bahagia.

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on October 19, 2013 in Uncategorized

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: