RSS

The First Experience of Sending a Letter

07 Nov

Baru pulang dari Kantor Pos nih. Share dulu deh pengalaman pertama tadi πŸ™‚
Jadi untuk kalian yang belum pernah berkirim surat dan akan mengirim surat dalam waktu dekat, boleh deh di simak.

Kemarin sudah aku persiapin semuanya. Mulai dari surat, amplop, dan alamatnya. Tapi memang ada satu hal penting yang ketinggalan, yaitu Prangko. Aku sudah coba beli di beberapa tempat, tapi rata-rata nggak punya. sekalinya ada, tapi sudah habis. πŸ˜€ Ya nggak heran juga sih, hari gini siapa juga gitu kan yang mau berkirim surat? πŸ˜€ Tapi untuk kalian yang belom coba, buruan deh di coba. Seru! Jadi di mana akhirnya aku bisa dapat prangko? Mau nggak mau ya aku beli langsung di Kantor Pos. padahal sih kalau bisa mau aku tempel langsung dirumah.

Sebagai catatan, ternyata ada cara baru dalam menulis alamat tujuan dan pengirim pada surat. Ini cukup penting loh… karena tadi aku ketemu bapak-bapak yang sudah datang dua kaliΒ  ini ke Kantor Pos, hanya untuk mengirim sebuah dokumen. Masalahnya cukup sepele, hanya penulisan alamat yang keliru, yaitu dengan menuliskan alamat tujuan dan pengirim di bagian depan amplop. Alamat pengirim di kiri atas, sedangkan alamat tujuan di kanan bawah. Walaupun sepele, tapi bapak tadi harus mengganti amplopnya. (dulu memang cara seperti ini yang aku tahu)

Lalu bagaimana cara menulis alamat tujuan dan pengirim yang benar? Yaitu dengan menuliskan alamat tujuan di bagian depan. Boleh di tengah, kiri atau kanan. Kalau aku sendiri menuliskan alamat tujuan di depan kanan bawah, tepat di bawah Prangko. Sedangkan alamat kita sebagai pengirim harus di tulis di bagian belakang. Aku sendiri tidak tahu kapan pastinya peraturan ini di terapkan. Kalau nggak salah yang aku tahu dulu juga seperti apa yang dulakukan bapak tadi. Tapi karena aku selangkah lebih maju dari bapak tadi, jadi aku nggak harus mengalami kesalahan yang sama. πŸ˜€ haha Kemarin sebelum menulis alamat, aku sudah googling lebih dulu πŸ™‚ hehe…

Setelah semua persiapan ku di rumah siap, aku berangkat ke Kantor Pos dengan membawa Amplop berisi surat dan alamat yang sudah tertulis rapi. Sesampainya di Kantor Pos aku langsung masuk dan menuju loket. Berhubung aku hanya mengirimkannya dari kantor pos cabang, jadi hanya ada dua loket kecil dan tidak ada loket khusus untul pengiriman surat di kantor pos ini.

Mungkin hari ini aku juga salah hari untuk berkirim surat, karena tadi petugasnya sedang sibuk melayani orang-orang yang ingin mengambil BLT. Tahu kan kalau pekerjaan kantor pos sekarang bertambah. πŸ˜€Β  Tapi ketika ada kesempatan, aku langsung meminta Prangko sama petugasnya. Aku tanya dulu, berapa harga prangko untuk ke Jakarta, katanya 5000. Aku langsung mengangguk setuju. Melihat bagaimana sesaknya kantor pos tadi, aku tak mau banyak berdebat.

Petugasnya langsung menyobek Prangko dari dalam sebuah buku hitam besar. Aku terima lalu aku ambil lem dan aku rekatkan di bagian depan kanan atas suratku. Setelah tiu aku serahkan dan tak lupa aku bilang, “Cap Pos ya mas?”. Petugas yang masih muda itu mengangguk paham dan langsung berbalik, mengambil stempel bergagang panjang dan mengetok Prangko suratku dengan cukup keras. Melihatnya, aku hanya tersenyum puas. πŸ™‚

Tak lupa aku tanya, “Berapa lama mas kira-kira sampainya?”

“Kalau pakai Prangko tidak bisa dilacak mas! Tapi kalau Pos Kilat tanpa prangko bisa.”
“Oh, ya sudah mas…” Aku agak kecewa karena petugasnya tidak bisa memperkirakan waktunya.
Oh iya, kalau bapak yang aku temui sebelumnya menggunakan pos kilat, tanpa prangko, karena isinya dokumen. Supaya lebih aman juga.

Setelah itu aku langsung keluar dan pulang. and you know what? Aku nggak ngeluarin biaya tambahan selain biaya prangko tadi. bayangin aja kalau aku beli prangkonya di luar dengan prangko 3000an?

Sebenarnya sih ada banyak hal yang ingin aku tanyakan pada petugasnya, seperti harga prangko untuk kartu post, dan lain-lain. Tapi kondisi sedang tidak memungkinkan.

Tapi dalam waktu dekat aku pasti akan mengunjunginya lagi dengan surat-suratku berikutnya. πŸ™‚

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on November 7, 2013 in Dunia Tulis

 

Tags: , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: