RSS

Review Novel Angels and Demons

27 Nov

Aaah, akhirnya selesai juga nih baca novelnya Dan Brown – Angels and Demons. Untuk orang yang mengaku fans karya-karya Brown, tentu sangat memalukan bukan jika baru bisa menyelesaikannya setelah bertahun-tahun? πŸ˜€

Image

Entah kenapa, novel ini yang paling sulit aku selesaikan. Sebelumnya, The Lost Symbol bisa aku selesaikan dalam satu dua Minggu, padahal jumlah halamannya lebih banyak. Untuk novel yang lain juga sama, Da Vinci Code, Deception Point, dan Digital Fortress selesai dalam satu dua Minggu. Untuk Inferno, aku belum baca. Baru terbit Mei kemarin, jadi mungkin belum ada terjemahannya.

Khusus untuk Angels and Demons ini, dari awal membaca aku sudah merasa ada yang aneh. Tapi bisa jadi karena dulu aku sedang ada kegiatan. Jadi terputus tepat di tengah cerita. Atau bisa jadi juga karena aku sudah nonton versi movienya lebih dulu. πŸ˜€ haha

Merasa menanggung hutang karena tak segera menyelesaikannya. Aku baca ulang lagi dari awal, dan hampir satu bulan baru selesai. Itu juga termasuk berapa hari aku endapkan karena ada kerjaan. πŸ˜›

Dan setelah membaca berapa bab awal baru aku sadari kalau ternyata isi novel dan versi movienya ada perbedaan. Bahkan sangat banyak. Wajar sih hal seperti ini terjadi. Tapi aku yang selama ini berpikir bahwa novel selalu lebih bagus dari movienya, sepertinya untuk Angels And Demons ini adalah sebuah pengecualian.

Secara pribadi aku lebih menyukai movienya. Kenapa? Karena menurutku plot yang ada di movie itu terlihat lebih alami dan mengalir dari pada yang ada di novel. Contohnya saat plot klimaks tentang Langdon yang ikut naik helikopter bersama Carmelegno untuk membuang bom. Langdon yang menurutku penakut, di sini terkesan terlalu berani untuk ikut naik helikopter bersama bom yang tinggal tiga menit sebelum meledak.

Juga, aku merasa seperti diseret-seret saat membaca novel ini. tidak seperti karya Brown lainnya, yang ini seperti terlalu banyak deskripsi yang β€˜sedikit’ tidak penting dan plot-plot tidak masuk akal. Misalnya, sampai sekarang aku masih belum menemukan di mana parasut yang digunakan oleh Carmelegno setelah terjun dari helikopter. πŸ˜€ Juga kebetulan yang mengagumkan saat Langdon jatuh tepat di atas sungai Tiber dari helikopter. πŸ˜€ Ini kenapa aku katakan kalau movienya terlihat lebih alami.

Mengenai ide cerita sendiri, aku punya komentar yang lain. Bukan bermaksud untuk merendahkan pihak manapun, tapi sepertinya Dan Brown terlalu berlebihan saat membuat dasar cerita bahwa pembuktian kebenaran alkitab bisa berakhir tragis seperti ini. πŸ˜€

Dari sini aku juga baru tahu kalau pertentangan antara agama dan pengetahuan di agama kristen sekritis ini. Kalau di agamaku sendiri, sepertinya Tuhan sudah menunjukkan tanda-tandanya tanpa perlu dipaksakan atau dipertentangkan dan ditunjukkan oleh manusia seperti ini.

Bagaimanapun juga dalam hidup harus ada keseimbangan, bukan?

Menurutku, agama dan pengetahuan itu tidak bisa dipisahkan begitu saja. Karena mereka akan saling menguatkan satu sama lain. Seperti kata Albert Einstein, Ilmu pengetahuan tanpa agama adalah buta, Agama tanpa pengetahuan akan lumpuh.

Jika kita mengambil tokoh besar lain dan temuannya tentang agama dan pengetahuan, maka kita layak menyebut nama mereka, yaitu, Maurice Bucaille dengan fakta mumi Fir’aunnya, Jacques Yves Costeau dengan penemuan air asin dan tawarnya, Demitri Belikov dengan penelitiannya tentang kelogisan bahwa matahari akan terbit dari barat yang tidak dia temukan dari kitab samawi lain selain Al-quran, atau Profesor William yang menemukan bahwa tumbuhan juga bertasbih.

Jika hanya pembuktian, sepertinya agamaku tidak membutuhkan itu. Tanpa di buktikan dengan paksa pun, para ilmuwan sudah membuktikannya sendiri tanpa mereka sadari. Begitu juga dengan keajaiban alam. Jadi, biar Tuhan sendiri yang menunjukkannya.

Sebagai kalimat penutup, Aku pikir, Dan Brown tahu apa yang sedang di tulisnya.

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on November 27, 2013 in Review

 

Tags: , , , , , , , , , , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: